Analisis dinamika pembelajaran metodologi penelitian pada mahasiswa jurusan tarbiyah IAIN kendari
Nama : Novita Ali
Nim. : 18010103072
pemahaman dan kemampuan meneliti mencoba menelisik dari aspek interaksi dalam pembelajaran penelitianPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif, dimana peneliti terlibat secara aktif di dalam proses pembelajaran sebagai mitra belajar dalam rangka mencapai tujuan-tujua pembelajaran. Data-data diperloleh dari hasil pengamatan, wawancara, dan dokumentasi.
Sebagai kegiatan interaktif, sejatinya kedua komponen ini terlibat secara aktif dalam pencapaian tujuan-tujuan pembelajaran. Seorang pendidik harus memiliki pandangan terbuka tentang posisinya sebagai mitra belajar sehingga metode maupun strategi pembelajaran yang digunakan pun harus relevan dengan semangat tersebut.
Salah satu komponen utama dalam sistem perguruan tinggi adalah mahasiswa.kemahasiswaan (dalam arti luas) merupakan potret dari kehidupan perguruan tinggi secara keseluruhan. Dalam konteks pembelajaran, mahasiswa yang berada pada posisi “puncak” para pebelajar mesti menunjukkan karakter akademik-ilmiah yang kuat.
Secara praktis penelitian ini dapat memberi manfaat sebagai berikut: a) mendorong mahasiswa menerapkan gaya belajar yang tepat, tertata, dan kontinu; b) mendorong mahasiswa membangun konsep diri yang positif; c) mendorong mahasiswa meningkatkan motivasi berprestasi; d) menunjukkan kesulitan-kesulitan belajar penelitian bagi mahasiswa; e) bagi perguruan tinggi, temuan penelitian ini diharapkan menjadi masukkan dalam merancang model pembelajaran yang efektif dan efisien.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif-dekstiptif, pada sebuah situasi sosial yang meliputi: mahasiswa sebagai pelaku belajar (actor), perguruan tinggi dalam hal ini STAIN Kendari (place), dan kegiatan belajar (activity) yang merupakan bentuk interaksi mahasiswa dengan dengan dosen dan lingkungan belajarnya. Pendalaman masalah dan temuan penelitian akan dikonfirmasi dengan teori-teori yang relevan.
teknik mendapatkan informasi atau data di lapangan dengan menggunakan: a) wawancara (interview), yakni bentuk interaksi lisan (langsung) peneliti dengan informan. b) observasi atau pengamatan, yakni keterlibatan peneliti dalam situasi sosial penelitian, sehingga peneliti tidak hanya melihat dan mendengar tetapi juga merasakan kondisi yang dialami oleh actor. c) studi dokumentasi, pengumpulan data-data yang berbentuk dokumen, jurnal, peta, gambar, dan sejenisnya yang memperkuat temuan penelitian.
Idealnya, belajar yang terkelola dengan baik merupakan kegiatan yang terencana, terorganisir, terlaksana, dan terevaluasi dengan baik. Secara individual, mahasiswa yang berada pada level puncak peserta didik mesti memiliki manajemen belajar yang baik. Jadwal perkuliahan yang telah ditetapkan oleh Perguruan Tinggi hendaknya menjadi dasar untuk membuat perencanaan belajar secara pribadi, menyusun kegiatan-kegiatan belajar secara tertib, melaksanakan secara konsisten, dan melakukan evaluasi diri untuk tindakan perbaikan (correction) dan pengembangan.
peneliti menyediakan waktu untuk berdiskusi dengan pandangan-pandangan ideal terhadap diri mereka sendiri, respon mereka terhadap tugas-tugas perkuliahan yang dijalankan maupun spesifik respon dan sikap terhadap pembelajaran penelitian. Di samping itu, peneliti juga mengamati respon mahasiswa ketika dilakukan koreksi terhadap tugas-tugas mereka. Sehingga dapat dikenali apakah mereka memiliki konsep diri positif atau mungkin sebaliknya
pembelajaran memang dipengaruhi beberapa faktor seperti: secara internal mencakup minat, bakat, maupun pengalaman sebelumnya. Adapula faktor metodologis, yakni kemampuan guru dalam menanamkan keyakinan kepada peserta didik tentang pentingnya sesuatu. Kelompok antusiasme dalam pembelajaran penelitian ini disebut minoritas karena jumlah mereka sangat kecil, tetapi memiliki konsep diri, dan motivasi belajar yang tinggi. Tidak hanya di dalam kelas, mereka menunjukkan konsistensi dengan mengikuti kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan penelitian secara intensif seperti seminar proposal penelitian.
Sebagai proses yang dinamis, pembelajaran penelitian telah dilaksanakan dengan memadukan berbagai pendekatan, metode, maupun strategi yang dijalani secara bersama dosen dengan mahasiswa. Harapannya adalah mewujudkan pemahaman dan keterampilan penelitian bagi mahasiswa. Berdasarkan pembahasan temuan penelitian dapat disimpulkan bahwa perilaku belajar mahasiswa jurusan tarbiyah dapat dilihat manajemen belajar dan strategi belajar yang lemah. Cara pandang terhadap mata kuliah metodologi penelitian baik sebagai “mata kuliah strategis” maupun sebagai mata kuliah puncak”